Selasa, 17 September 2013

Perjuangan Menulis di Media Cetak


Sebulan yang lalu ada ribut-ribut di beranda facebookku. Ya, tulisan salah seorang temanku terbit di media masa. Wah, alangkah beruntungnya dia. Baru pertama kali megirim tulisan, langsung diterbiitkan. Sedangkan aku?
Sebenarnya aku juga berbahagia dengan keberhasilan temanku itu. Tapi di dada, hatiku serasa diris-iris. Aku sudah berulang kali mengirim karya tulisku ke media mulai dari cerpen, puisi, artikel, catatan kuliah dan tulisan lainnya. Namun apa daya, setahun aku mengirim tulisan-tulisan itu, belum juga ada yang terbit.
Aku semakin minder apabila ada teman yang membuka percakapan tentang menulis. Aku merasa berada di “kasta” terbawah dari teman-temanku itu. Ya, menulis memiliki tolak ukur sendiri terhadap kompetensi seorang mahasiswa dalam pergaulan di kampusku. Apalagi jika tulisan seseorang itu berulang kali dimuat media masa. Semakin tinggi rasa hormat orang lain padanya.
Aku pun merasa tidak layak diajak diskusi. Maka aku terpaksa hanya menjadi pendengar yang baik saja. Siapa tahu aku bisa mencuri ilmu dari mereka.
Gairah menulisku semakin loyo. Apalagi aku teringat ketika mendaftar pada sebuah organisasi surat kabar di kampus. Pada tes wawacara seorang kru bertanya tentang potensi yang aku miliki. Ku jawab saja, aku bisa menulis. Ketika ditanya lagi, apakah pernah tulisanku dimuat di media cetak, dengan kecewa ku jawab tidak.
“Jangan menyerah!” begitu kata kru padaku. Menurutnya seorang penulis itu harus kuat dan penuh semangat. Tidak pantang menyerah. Mungkin saja tulisan yang dibuat belum masuk kriteria atau mungkin juga belum waktunya dimuat. Yang penting tunjukkan kesungguhanmu untuk menulis. “Suatu saat tulisannmu pasti akan keluar,” tutupnya.
Mendengar nasehatnya aku kembali bersemangat untuk menulis. Mungkin saja tulisanku yang belum layak muat.
Hari demi hari kulalui dengan menulis. Selagi ada waktu kosong kuisi dengan menulis. Terserah mau tulisan apa, yang penting menulis. Meski belum juga dimuat aku tetap mengirim apa saja yang bisa kutulis. Dan benar saja sebagaimana pepatah Arab manjadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Alhamdulillah akhirnya tulisanku dimuat juga. Sastra


Tidak ada komentar:

Posting Komentar