Kenapa
harus meringkas? Apa gunanya membeli buku kalau ujung-ujungnya dicatat lagi?
Mungkin kita
sering mendengar kalimat sejenis itu dari orang-orang disekitar kita. Atau
bahkan kita sendiri mungkin pernah
berpikir demikian. Pada saat kuliah, kita pasti pernah disuruh membeli sebuah buku oleh dosen. Setelah punya buku itu, disuruh lagi
untuk meringkasnya. Pertanyaan-pertanyaan bernada kesal pun mulai muncul
dalam pikiran kita. Apa gunanya membeli buku kalau diringkas lagi?
Kalau sudah punya buku, kan harusnya
dibaca, bukan diringkas lagi.
Masalah sebenarnya ada pada Mahasiswa itu sendiri. Dari pengamatan
saya, banyak mahasiswa yang malas membaca. Mungkin
dosen sadar betul dengan kebiasaanmahasiswanya itu. Ketika
perkuliahan berlangsung, banyak di antara mahasiswa
yang hanya melongo dan tidak aktif karena tidak
menguasai materi. Padahal mereka punya buku. Keadaan
yang lebih memprihatinkan lagi buku mereka masih seperti baru dan bagus. Bukan
karena pandai merawat, tapi karena tak pernah dibaca. Sungguh ironis bukan?
Jadi apa hubungannya malas membaca dengan meringkas? Tentu saja ada
hubungannya. Ketika meringkas, secara tidak langsung kita telah disuruh membaca. Karena dalam tata cara
meringkas yang benar, membaca adalah langkah pertama ketika ingin membuat ringkasan.
Dengan demikian dosen memberikan tugas ringkasan untuk memastikan mahasiswanya
membaca materi apa yang akan dipelajari.
Namun kalau ada sebagian mahasiswa yang protes dengan opini ini
bagaimana? Misalnya mereka selalu membaca dan mempelajari materi yang akan
diajarkan. Apakah mereka harus meringkas juga? Sebaiknya iya. Memang kalau dilihat
sepintas, meringkas buku seperti pekerjaan yang tidak efisien dan sia-sia. Cuma
menghabiskan tenaga, waktu, buku dan tinta pena. Akan lebih efisien kalau difotokopi
atau membeli buku saja kemudian dibaca. Tapi kalau dicermati lagi, maka kita akan menemukan esesensi dari meringkas itu. Banyak
manfaat yang bisa didapatkan dalam proses membuat rigkasan.
Meringkas itu merupakan cara yang ampuh untuk memahami suatu materi. Pemahamankitaakan lebih dalam apabila menuliskan lagi apa yang telah dibaca. Salisbury (dalam Tarigan, 1985) mengatakan bahwa menulis (sesuatu yang dibaca) dengan tangan
sendiri, akan membawa serta membuat kata-kata dan kalimat-kalimat secara lebih
jelas pada ingatan kita dan mengawetkannya lebih baik dalam ingatan. Dapat
disimpulkan bahwa meringkas akan membuat sesuatu yang dibaca itu lebih lengket
dan lebih tahan lama di dalam otak daripada hanya membacanya saja.
Sebuah ringkasan yang baik dihasilkan
melalui tiga tahap. Pertama yaitu membaca buku/karangan
yang akan diringkas. Sebelum paham apa kesan umum buku dan
maksud dari penulis, baca lagi buku tersebut berulang-ulang, sampai benar-benar paham. Dari tahap pertama ini dapat dilihat bahwa secara tidak langsung kita telah dituntut untuk membaca.Kedua yaitu mencatat gagasan utama. Semua gagasan utama yang
terdapat dalam buku harus dicatat. Tujuannya agar ringkasan yang akan dibuat tidak lagi terikat dengan naskah asli. Dan yang ketiga,
yang terakhir
adalah mengadakan reproduksi. Reproduksi yaitu menulis ulang gagasan-gagasan
yang telah ditulis tadi. Gagasan tersebut dirangkai menjadi suatu wacana yang jelas, logis, dan
sekaligus menggambarkan isi dari karangan aslinya.
Berdasarkan prosedur meringkas di atas banyak sekali
manfaat yang bisa didapatkan. Meringkas bisa menambah pengetahuan melalui tahap
membaca. Selanjutnya yaitu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan mencari dan mencatat gagasan-gagasan
utama karangan asli. Kemudian meringkas juga
meningkatkan kemampuan menulis. Kegiatan mereproduksi akan melatih
kemampuan kita untuk memilih dan merangkai kata dengan tepat dan sesuai.Dan
manfaat yang tidak kalah penting yaitu
meringkas akan mengawetkan ingatan kita terhadap apa yang telah kitabaca.
Kesimpulannya manfaat membuat ringkasan itu terdapat pada prosesnya,
bukan pada hasil tulisan yang diringkas. Suatu anggapan yang salah apabila
seseorang hanya mencontek hasil ringkasan orang lain. Memang mencontek
ringkasan orang lain akan terlihat lebih menguntungkan karena tidak memakan
waktu yang lama dalam pembuatannya. Tapi sesungguhnya perbuatan yang
demikiantidak efektif dan tidak akan memiliki manfaat apa-apa, selain kepenatan
belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar